Apa Itu Kriptografi? Berikut Pengertian Kriptografi dan Jenis-Jenisnya!

Pengertian Kriptografi

Apa itu kriptografi? Kata kriptografi atau cryptography diketahui berasal dari bahasa Yunani, kripto dan graphia. Dimana kripto memiliki arti menyembunyikan, sementar graphia berarti tulisan. Sehingga bisa dijabarkan kriptografi merupakan ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berkaitan dengan aspek keamanan informasi. Contohnya seperti keabsahan data, kerahasiaan data, kredibilitas data, integritas data, dan autentikasi data. Akan tetapi, tidak semua aspek keamanan informasi bisa diatasi dengan kriptografi.

Kriptografi bisa pula diartikan sebagai suatu ilmu atau seni menjaga keamanan pesan. Dengan dua proses dasar kriptografi berupa enkripsi dan dekripsi. Berikut pengertian tentang keduanya:

  • Enkripsi
    Enkripsi merupakan proses mengolah plaintext (pesan yang bisa dibaca) menjadi ciphertext (pesan acak yang tidak bisa dibaca).
  • Dekripsi
    Dekripsi adalah kebalikan dari proses enkripsi. Yakni suatu proses mengolah ciphertext menjadi plaintext. Proses ini berlangsung menggunakan kunci yang sama dan algoritma pembalik.

 

Jenis-Jenis Kriptografi

Bergantung kunci yang digunakan, selanjutnya algoritma kriptografi dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya kriptografi simetris, kriptografi asimetris, dan kriptografi hibrid. Berikut penjelasan mengenai ketiga jenis kriptografi tersebut, yaitu:

  1. Kriptografi Simetris
    Kriptografi simetris adalah salah satu algoritma kriptografi kunci simetris dan kripto polyalphabetic. Kriptografi jenis ini populer juga disebut dengan hill cipher atau kode hill. Jenis kriptografi ini diciptakan oleh Lester S. Hil sekitar tahun 1929 yang mana dibuat dengan tujuan bisa mewujudkan cipher yang tidak mudah dipecahkan meski menggunakan teknik analisis frekuensi.

  2. Kriptografi Asimetris
    Jenis kriptografi berikutnya kriptografi asimetris yang memanfaatkan 2 jenis kunci. Algoritma kunci publik ini menggunakan kunci publik dan juga kunci rahasia. Kedua jenis kunci tersebut memiliki fungsi berbeda seperti kunci publik untuk mengenkripsi pesan. Kunci publik bersifat global yang tidak dirahasiakan sehingga bisa dilihat oleh siapa saja. Sementara kunci rahasia termasuk kunci yang dirahasiakan yang hanya bisa dilihat oleh orang tertentu saja.
  3. Kriptografi Hibrid
    Kriptografi hibrid adalah jenis kriptografi yang dibuat seperlu mengatasi adanya trade off antara kecepatan dan kenyamanan. Dimana diketahui semakin aman, sejatinya semakin tidak nyaman. Sebaliknya semakin nyaman, maka sebenarnya sistem semakin tidak aman.

 

Tujuan Dasar Kriptografi

Setelah mengetahui apa itu kriptografi, penting untuk mengulik informasi penting lainnya seputar kriptografi. Seperti tujuan dasar dari penerapannya. Setidaknya ada empat tujuan dasar dari kriptografi, diantaranya:

  1. Kerahasiaan
    Hal ini berkaitan dengan layanan yang berfungsi menjaga isi informasi. Kerahasiaan diberlakukan kepada siapa saja. Tentunya selain kepada Anda yang mempunyai kunci rahasia atau otoritas untuk membuka informasi terkait menggunakan kata sandi yang tepat.
  2. Integritas Data
    Tujuan kedua berkaitan dengan penjagaan perubahan data yang tidak sah. Misalnya dari upaya tidak bertanggung jawab para hacker. Dibutuhkan suatu sistem yang dapat mendeteksi manipulasi data yang dilakukan pihak lain seperlu menjaga integritas data. Adapun manipulasi yang dimaksud bisa berupa penyisipan, penghabusan, hingga pensubsitusian data lain ke dalam data asli.
  3. Autentikasi
    Autentikasi dalam kriptografi berkaitan dengan pengenalan atau identifikasi, baik yang berlangsung untuk kesatuan sistem atau hanya informasi itu sendiri. Dalam hal ini dua belah pihak yang saling berkomunikasi wajib memperkenalan diri. Adapun info diri yang diberikan via kanal mesti diautentikasi kebenarannya. Yakni mencakup isi data, waktu pengiriman, dan lain sebagainya.
  4. Non Repudiasi
    Tujuan keempat adalah non repudiasi atau yang populer juga disebut anti penyangkalan. Merupakan suatu upaya seperlu mencegah adanya penyangkalan akan pengiriman informasi oleh pihak yang mengirim. Penyangkalan bahwa pesan berasal dari pihak yang ditunjuk.